Sinonim: Pengertian, Jenis, Fungsi dan 100++ Contohnya

Apa itu Sinonim? Sinonim adalah ujaran yang memiliki kesamaan arti walau terkadang artinya tidak sama percis. Maka dari itu, suatu ujaran mungkin dapat menggantikan ujaran lain tetapi terkadang juga tidak dapat digunakan.

Menurut KBBI, Sinonim adalah bentuk bahasa yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk bahasa lain. Kata sinonim berasal dari Bahasa Yunani Kuno, yaitu syn yang artinya dengan dan onoma yang berarti nama.

Sinonim tidak direkomendasikan untuk mengartikan definisi. Terdapat lima patokan dalam membuat definisi dan salah satunya tidak boleh dalam bentuk sinonim karena akan terjadi kekaburan dan informasi yang tidak tepat.

Relasi sinonim bersifat dua arah. maksudnya, jika satu kata ujaran A bersinonim dengan ujaran B, sebaliknya ujaran B itu juga bersinonim dengan ujaran A. Contoh nyatanya, jika kata betul bersinonim dengan kata benar, maka kata benar juga bersinonim dengan kata betul.

Sinonim adalah

Hal yang perlu diketahui dalam sinonim adalah

  1. Terdapat kata bahasa Indonesia yang tidak memiliki sinonim. Misalnya, kata beras, salju, batu dan kuning.
  2. Kata dasar yang bersinonim belum tentu akan memiliki hubungan kesinoniman juga jika keduanya ditambah imbuhan, Misalnya kata benar dan betul merupakan kata yang bersinonim tetapi kata kebetulan dan kebenaran tidak memiliki hubungan sinonim.
  3. Sebaliknya, kata yang tidak mempunyai sinonim pada bentuk dasar tetapi merupakan sinonim pada bentuk jadian. Misalnya kata jemur tidak memiliki sinonim sedangkan kata menjemur bersinonim dengan mengeringkan.
  4. Terakhir, terdapat kata yang dalam arti sebenarnya tidak memiliki sinonim tetapi memiliki sinonim dalam arti kiasan. Misalnya kata hitam dalam makna sebenarnya tidak memiliki sinonim, tetapi dalam arti kiasan memiliki sinonim yaitu gelap, buruk, mesum dan lain lain.

 

Jenis sinonim

Sinonim Semirip

Sinonim semirip merupakan ujaran yang dapat saling bertukar posisi dalam suatu konteks kebahasaan. Pertukaran tersebut dilakukan tanpa mengubah makna dalam suatu lasikal dan struktural. Khususnya pada rangkaian kalimat, kata, klausa, frasa.

Contoh:

Melatis yakni menerobos.
Lahiriah yakni jasmaniah.

Sinonim Mutlak

Sinonim yang tidak merubah makna disebut sinonim mutlak atau dinonim mutlak atau absolute synonym, yaitu dua kata yang dapat saling menggantikan dalam suatu kalimat tanpa mengubah maknanya. Namun demikian, sinonim mutlak jarang sekali ditemukan karena setiap kata memiliki maknanya tersendiri.

Menurut pakar sematik Cruse pada tahun 1995, kesinoniman yang mutlak tidak pernah ada karena setiap kata dipastikan memiliki makna yang berbeda.

Sinonim sering kali dikatakan sebagai kata-kata yang memiliki makna yang sama hanya saja dalam bentuk yang berbeda, padahal sebenarnya hubungan antara kata yang bersinonim hanya memiliki nuansa dan makna yang dapat dikatakan kurang lebih sama atau menyerupai.

Sinonim Selingkung

Sinonim selingkung adalah ujaran yang dapar saling bertukar posisi dalam sebuah konteks kebahasaaan tanpa mengubah lesikal dan struktural.

Contoh:

Lemah yakni lemas
Telaten yakni teliti

 

Fungsi sinonim

  1. Sinonim digunakan dalam kalimat sebagai variasi agar kalimat yang dibangun dengan kata-kata tersebut tidak membosankan.
  2. Kata yang bersinonim dapat digunakan sebagai pilihan dalam membuat kalimat agar mendapatkan maksud yang tepat.
  3. Sinonim digunakan untuk memilih kata agar dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca atau pendengar.
  4. Pemahaman sinonim biasa digunakan dalam berbagai tes formal seperti tes CPNS dan tes masuk universitas. Tes sinonim dilakukan dengan tujuan untuk melihat kemampuan seseorang dalam menganalisis kata yang memiliki hubungan yang sama atau sebanding dengan kata yang lainnya. Hasil dari tes sinonim dapat menunjukan tingkat pengetahuan dan wawasan seseorang.

 

Contoh sinonim

A

Ahli = Pakar
Akselerasi = Percepatan
Akurat = Jitu
Agresi = Serangan
Arogan = Sombong
Asumsi = Anggapan

B

Bahari = Laut
Bahtera = Perahu
Bala = Pasukan
Barbar = Tidak beradab
Berdikari = Mandiri
Bisa = Dapat

C

Cakap = Mahir
Cakrawala = Langit
Campung = Putus
Celangap = Ternganga
Citra = Gambaran
Congkak = Sombong

D

Dampak = Akibat
Dangka = Duga
Darma = Pengambdian
Daur = Siklus
Dekade = Dasa Warsa
Depak = Usir

E

Eksklusif = Tertentu
Ekspansi = Perluasan
Ekspresi = Aktualisasi Diri
Elak = Hindar
Emol = Goda
Encang = Injak

F

Fatal = Metamtikan
Fertil = Subur
Fundamental = Mendasar
Fuad = Hati (Perasaan Hati)
Fulus = Uang
Fusi = Gabungan

G

Galat = Kekeliruan
Gemar = Suka Sekali
Generik = Umum
Genre = Aliran
Geriak = Kerumun
Gonyoh = Gosok

H

Harmoni = Keserasian
Haud = Tangki
Hayati = Hidup
Hibat = Cinta Kasih
Hisab = Hitungan
Huriah = Kebebasan

I

Ili = Ungsi
Incar = bidik
Inga = Bingung
Inovasi = Penemuan baru
Insentif = Bonus
Iring = Sertai

J

Jawat = Pegang
Jawil = Sentuh
Jejak = Bekas Langkah
Jargon = Slogan
Jeda = jarak
Jemawa = Angkuh

K

Kakas = Kuku
Kalicau = Hindar
Karakteristik = Ciri
Kudeta = Perebutan Kekuasaan
Kudus = Suci
Kuno = Antik

L

Legal = Sah
Lesap = Hilang
Liga = Perserikatan
Loka = Tempat
Loloh = Suap
Lutu = Serang

M

Mafhum = Mengerti
Malih = Berubah
Malun = Terkutuk
Mediator = Perantara
Mistik = Gaib
Mitra = Kawan

N

Nabet = Menguliti
Nafi = Penolakan
Nidera = Tidur
Nomad = Berkelana
Nukil = Kutip
Nunut = Menumpang (di kendaraan)

O

Objek = Hal
Oncek = Kupas
Oncen Rangkaian (bunga)
Onder = Camat
Oret = Coret
Oyak = Kejar

P

Pacuan = Balapan
Padu = Kompak
Pandang = Lihat
Papas = Jumpa
Pengakap = Patroli
Pengkis = Menghina

Q

Qada = Peraturan
Qanun = Kaidah

R

Rabak = Terlepas
Ragang = Panjat
Regas = Cabut
Rajah = Suratan
Rampat = Tebas
Rangkung = Jongkok

S

Sabung = Adu
Samseng = Melayat
Sanda = Aku
Sanggrah = Singgah
Sangkil = Sampai
Selip = Susup

T

Tagak = Tahan
Taris = Lantai
Tatah = Pahat
Tedak = Turun
Teguk = Telan
Tekur = Tunduk

U

Ubah = Ganti
Umpil = Angkat
Urung = Batal
Usah = Perlu
Usak = Susut
Usung = Bawa

V

Vakatur = Lowongan
Vakbon = Serikat Kerja
Vasal = Bersifat Terikat
Versi = Model
Visi = Penglihatan
Vista = Pemandangan

W

Wijaya = Kemenangan
Wimana = Kendaraan
Wirawan = Pahlawan
Wisik = Ilham
Wulan = Bulan
Wulang = Ajaran

X

Y

Yang-yang = Dewa
Yaum = Hari
Yogia = Layak
Yura = Hukum
Yuris = Ahli Hukum
Yuwana = Muda

Z

Zabah = Menyembelih
Zaman = Kala
Ziadah = Tambahan
Zona = Kawasan
Zuama = Pemimpin
Zuriah = Keturunan

 

Referensi:

E. Zaenal Arifin (2015). Kesinoniman Dalam Bahasa IndonesiaPujangga. (1): 4. ISSN 2443-1478.

Sumarsono (2007). Pengantar Semantik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2016). Aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V 

 

Leave a Comment