BUMN: Pengertian, Tujuan, Jenis dan Contoh

BUMN atau Badan Usaha Milik Negara, seperti namanya sebagian besar atau seluruh modalnya dimiliki oleh pemerintah. Namun, meskipun BUMN dimiliki oleh pemerintah, karyawan yang bekerja di BUMN tidak dapat menjadi pegawai negeri melainkan menjadi karyawan BUMN.

Badan usaha sering kali dikaitkan dengan perusahaan, kadang disalah artikan sebagai hal yang sama, padahal sebenarnya badan usaha dan perusahaan merupakan dua hal yang berbeda. Hal yang paling berbeda antara badan usaha dan perusahaan dapat dilihat dari hasilnya. Perusahaan biasanya berbentuk toko atau pabrik tempat berlangsungnya kegiatan usaha. Kegiatan usaha tersebut akan menghasilkan barang atau jasa. Sedangkan, badan usaha berfokus pada keuntungan atau kerugian.

Badan usaha juga dapat terdiri dari beberapa perusahaan yang bertujuan untuk mencari keuntungan. Secara sederhana perusahaan adalah alat badan usaha untuk mendapatkan keuntungan. Keuntungan yang dimaksud tidak hanya berfokus pada keuntungan secara ekonomis melainkan juga dapat berfokus pada keuntungan non ekonomis seperti untuk memberikan layanan pada masyarakat.

BUMN Badan Usaha Milik Negara

Tujuan pendirian BUMN menurut UU no 19 tahun 2003 antara lain:

  1. Memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional pada umumnya dan penerimaan negara pada khususnya;
  2. mengejar keuntungan;
  3. menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak;
  4. menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh sektor swasta dan koperasi;
  5. turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi, dan masyarakat.

BUMN dapat dibedakan menjadi tiga jenis antara lain:

  1. Perjan (Perusahaan Jawatan)

Perjan merupakan salah satu bentuk BUMN yang seluruh modalnya dimiliki oleh pemerintah. Perjan hanya berorientasi pada pelayanan masyarakat sehingga selalu mengalami kerugian, biaya pemeliharaan BUMN jenis perjan pun tidak sedikit. Maka dari itu sejak 2 tahun setelah disahkannya UU no 19 tahun 2003, seluruh perjan harus diganti statusnya menjadi perum atau persero.

Contoh Perjan yang diubah statusnya adalah PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api) yang kini berubah menjadi PT. KAI, Perjan Pegadaian yang sempat menjadi perum yang kini telah beralih bentuk lagi menjadi persero dan Perjan Radio Republik Indonesia dan Perjan Televisi Republik Indonesia menjadi Lembaga Penyiaran Publik.

 

  1. Persero (Perusahaan Perseroan)

Persero berdasarkan UU no 19 tahun 2003 adalah BUMN yang berbentuk perseroan terbatas yang modalnya terbagi dalam saham yang seluruh atau paling sedikit 51% sahamnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia dan tujuan utamanya mengejar keuntungan.

Maksud dan tujuan pendirian Persero adalah:

  1. Menyediakan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat;
  2. Mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai perusahaan.

Contoh perseo yang kini dimiliki oleh Indonesia adalah PT. Pos Indonesia (Persero), PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT. Garuda Indonesia dan PT. Angkasa Pura.

 

  1. Perum (Perusahaan Umum)

Menurut Undang undang no 19 tahun 2003, Perusahaan Umum atau biasa disebut Perum, adalah BUMN yang seluruh modalnya dimiliki negara dan tidak terbagi atas saham, yang bertujuan untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan sekaligus mengejar keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan.

Maksud dan tujuan Perum adalah menyelenggarakan usaha yang bertujuan untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan barangĀ  dan/atau jasa yang berkualitas dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan yang sehat.

Contoh Perum yang ada di Indonesia adalah Perum Damri, Perum Bulog, Perum Jasatirta, Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri).

Leave a Comment