4 Teori Asal Usul Nenek Moyang Indonesia

Nenek Moyang Bangsa Indonesia

belajarnyata.com Asal usul nenek moyang indonesia memiliki berbagai perspektif, terdapat 4 teori yang paling banyak diyakini diyakini antara lain:

1. Teori Yunan

Teori Yunan merupakan teori yang paling populer dibanding dengan teori lainnya. Teori ini mengatakan bahwa penduduk Indonesia berasal dari Yunan, Cina Selatan. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil penelitian mengenai serumpunan bahasa dan peninggalan alat yang ditemukan.

Ahli Bahasa Prof Dr. H. Kern menjelaskan bahkan terdapat keserumpunan bahasa antara daratan di Asia Tenggara dengan Polinesia. Ia juga meyakini bahwa orang-orang yang menggunakan bahasa Austronesia, termasuk bahasa melayu dapat ditemukan di daerah Campa, Vietnam, Kamboja, dan daratan pantai sekitarnya. Austronesia (Austro:Selatan, Nesia=Pulau) sendiri merepresentasikan daerah Asia bagian selatan.

Bahasa melayu yang berkembang di indonesia serumpun dengan bahasa yang ada di kamboja. Bangsa kamboja diketahui berasal dari Yunan, mereka terus melakukan migrasi menyusuri sunyai mekong dan melanjutkan perpindahan hingga sampai ke wilayah Indonesia. Hal tersebut menimbulkan dugaan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari daerah Cina Selatan khususnya daerah Yunan.

Teori yunan ini didukung dengan peninggalan alat yang ditemukan di Indonesia. Pertama, Robert Barron von Heine Geldem (1885-1968) melakukan penelitian di indonesia mengenai penemuan kapak lonjong, di mana kapak lonjong sendiri merupakan hasil persebaran komplek kebudayaan bascon-hoabinh yang ada di daerah Tokin (Indocina) atau sekadang bernama Vietnam.

Robert Barron von Heine Geldem juga melakukan penelitian mendalam mengenai kebudayaan megalitik di Asia Tenggara dan Pasifik. Ada bangsa dari Asia Utara yang melakukan migrasi ke Asia Selatan dalam beberapa gelombang. Migrasi tersebut membuat manusia purba tersebar ke Madagaskar (Afrika) sampai ke Pulau Paskah (Chilie). Hal ini yang mendasari dan pemperkuat pemikiran bahwa leluhur bangsa Indonesia berasal dari Yunan.

Teori ini juga didukung oleh beberapa ahli seperti R.H Geldem, J.H. CKem, J.R Foster, J.R Logan, Slamet Mulyana dan Asmah Haji Oma. Kedatangan bangsa Yunan ke Kepulauan indonesia diyakini melalui tiga gelomban gutama, yaitu perpindahan orang Negrito, Melayu Proto dan Melayu Deutro.

 

2. Teori Indonesia

Menurut teri ini, nenek moyang indonesia bukan dari luar melainkan oleh manusia Jawa Kuno.

Teori ini diperkuat dengan dengan adanya penemuan manusia pra aksara homo soloensis, homo wajakensis dan pithecanthropus erectus di Trinil, Ngawi, Jawa Timur.

Bangsa melayu dan bangsa jawa memiliki tingkat peradaban tinggi, yang mana hanya akan dicapai oleh perkembangan budaya yang sudah lama. Hal tersebut menjelaskan bahwa orang melayu tidak berasal dari manapun melainkan memang berasal dan berkembang di Indonesia.

Bahasa yang berkembang di Indonesia masuk pada rumpun Austronesia, berbeda jauh dengan bahasa di Asia Tengah yaitu Bahasa Indo Eropa. Maka dapat diasumsikan bahwa penduduk bangsa Indonesia berasal dari manusia Jawa Kuno.

K. Himly tidak setuju dengan pendapat bahwa bahasa Melayu seurmpun dengan bahasa Champa dari Kamboja. Menurutnya, kesamaan yang terdapat di kedua bahas tersebut hanya kebetulan. Namun sayangnya, teori Indonesia ini kurang diterima di masyarakat.

 

3. Teori Afrika

Teori ini menyatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari Afrika. Bahkan teori ini berasumsi bahwa Afrika merupakan asal mula keberadaan manusia yang kemudian menyebar ke seluruh benua di dunia dengan berbagai ras dan adaptasinya. Setelah persebarannya, setiap ras akhirnya menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan.

Namun, teori ini diperlemah dengan temuan bahwa fosil manusia pra aksara di Indonesia khususnya di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur tidak memiliki hubungan dengan manusia modern.

Kemudian, bagaimana dengan keberadaan manusia jawa yang telah ada sebelumnya? Menurut teori ini, manusia jawa seperti meganthropus palaeojavanicus, erectus, homo soloensis, homo wajakensis, dan sebagainya telah mengalami kepunahan. Kemudian digantikan oleh manusia dari Afrika yang sudah melakukan migrasi ke wilayah Indonesia.

Namun, teori ini tidak dapat menjawab penyebab kepunahan manusia Jawa tersebut. Teori ini hanya memperkirakan bahwa manusia Jawa punah karena keterbatasan cara dalam menghadapi letak geografis alam. Maka teori ini sangat sulit diterima.

 

4. Taiwan (Out of Taiwan)

Jika dilihat dari pendekatan kebahasaan dan genetika, asal usul bangsa Indonesia bukanlah dari Yunan melainkan dari bangsa Austronesia di Taiwan.

Teori ini didasari oleh faktor linguistik, di mana keseluruhan bahasa yang digunakan di Indonesia berasal dari rumpun Austronesia.

Rumpun Austronesia itu sendiri berasal dari Kepulauan Formosa (Taiwan) yang sudah berkembang sejak 6000 tahun lalu. Peter Bellwood dalam bukunya pun menyatakan bahwa bahasa Austronesia menyebar di Asia Tenggara hingga ke kepulauan Pasifik dan Madagaskar.

Berdasakan teori ini, migrasi dari Taiwan awalnya tiba di Filipina bagian utara sekitar tahun 4500 hingga 3000 SM dengan tujuan untuk memisahkan diri. Kemudian setelah itu pada tahun 3500 hingga 2000 SM, manusia yang berada di Filipina melakukan migrasi ke Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara. Kemudian menyebar lagi ke Jawa, Sumatera, Nusa Tenggara, Papua bagian Barat, Oseania sampai ke Melanesia di Pasifik.

Menurut Bellwood, selain kesamaan bahasa juga terdapat kesamaan budaya seperti dalam pertanian (padi, jewawut, tebu, ubi dan keladi raksasa), hasil laut yang berupa ikan dan kerang, ternak, menguasai teknologi perkapalan, pembuatan gerabah, penggunaan beliung persegi, perhiasan kerang, tenun kebiasaan maan sirih.

Selain dari segi bahasa, teori Out Of Taiwan juga diperkuat dari bukti kecocokan genetik. Pada tahun 2018, terdapat penelitian yang dilakukan pada 3.700 orang Indonesia dari 35 etnis yang berbeda dan dari hasilnya diketahui bahwa terdapat kecocokan genetik antara orang-orang Indonesia dengan bangsa Austronesia.

Berbicara mengenai kecocokan genetika, orang Taiwan justru tidak memiliki kecocokan gen dengan orang Tiongkok meskipun jarak mereka tidak jauh.

Leave a Comment