13 Jenis Alat Komunikasi Tradisional Dan Penjelasan Lengkapnya

Komunikasi merupakan kegiatan bertukar informasi atau pesan dari suatu pengirim ke penerima pesan itu sendiri. Komunikasi tidak selalu terjadi secara langsung dan juga tidak selalu terjadi pada beberapa individu saja. Keadaan tersebut memaksa pengirim dan penerima pesan untuk menggunakan alat bantu.

Alat komunikasi merupakan segala jenis alat atau media untuk menyampaikan informasi dari satu pihak ke pihak lainnya baik secara perorangan maupun kelompok. Dalam proses komunikasi, alat yang digunakan beragam mulai dari yang tradisional sampai modern. Di bawah ini akan dijelaskan 13 alat komunikasi tradisional.

alat komunikasi tradisional

 

13 Alat Komunikasi Tradisional

1. Kentungan

Kentungan merupakan alat komunikasi tradisional yang terbuat dari bambu dan batang kayu. Penggunaannya dilakukan dengan cara dipukul. Kentungan biasanya berbentuk tabung yang memiliki lubang memanjang di tengahnya. Lubang tersebut sengaja dipahat sehingga dapat menghasilkan bunyi khas yang nyaring ketika dipukul.

Kentungan merupakan alat komunikasi zaman dahulu yang digunakan oleh penduduk di pedesaan dan pegunungan sebagai tanda alarm, komunikasi jarak jauh, morse, penanda adzan dan tanda bahaya.

Setiap daerah memiliki simbol tersendiri dalam pemukuan kentungan. Adapun simbol suara kentungan yang umum dipakai:
1. Pukulan 1-1-1, artinya terdapat berita lelayu atau pembunuhan.
2. Pukulan 2-2-2, artinya ada pencuri/penangkapan pencuri.
3. Pukulan 3-3-3, artinya terjadi kebakaran.
4. Pukulan 4-4-4, artinya terjadi banjir dan bencana alam.
5. Pukulan 5-5-5, artinya ada maling barang atau maling ternak.
6. Pukulan 1-7-1-7-1-7 atau pukulan 6 kali berulang atau 1 kali pukulan teus menerus setiap 1 jam, artinya situasi aman terkendali.

Pada jaman dahulu, kentungan dapat di temukan di setiap rumah, balai desa dan mesjid. Di Balai desa biasanya memiliki kentungan yang paling besar dan paling nyaring suaranya. Ukurannya mencapai 1 meter dengan diameter sekitar 40cm. Sedangkan di mesjid, kentungan digunakan sebagai alat penanda waktu beribadah selain bedug.

 

2. Lonceng

Lonceng berbentuk tabung dengan sisi bawahnya terbuka dan menggema ketika dipukul. Alat pemukul lonceng dapat berupa pemukul yang digantung dalam lonceng tersebut ataupun pemukul terpisah. Pada umumnya, lonceng besar terbuat dari logam sedangkan lonceng kecil dapat juga dibuat dari keramik atau porselin. Lonceng biasa digunakan sebagai alat komunikasi tradisional untuk menunjukan waktu atau memberitahukan sesuatu

Lonceng atau genta digunakan oleh berbagai agama sebagai tanda waktu ibadah atau bagian dari ritual keagamaaan. Pada agama Buddha, genta besar biasanya diletakkan di wihara dan digunakan untuk menandai waktu ibadah. Pada agama Hindu terutama Hindu Bali, genta kecil yeng memiliki ukiran wajra digunakan oleh pedanda (pendeta) Hindu dalam ritual pemujaan. Selain itu, lonceng juga digunakan oleh umat nasrani untuk menunjukan waktu ibadah, biasanya dibunyikan tiga kali pada pukul 06.00, 12.00 dan 18.00. Lonceng biasanya disimpan di bagian atas bangunan gereja.

Selain berfungsi untuk kepentingan agama, dahulu lonceng digunakan juga di sekolah sebagai tanda masuk kelas, istirahat, pergantian jam pelajaran dan pulang sekolah.

 

3. Telepon Kaleng

Telepon kaleng terdiri dari dua buah kaleng yang sudah dilubangi tengahnya oleh paku dan benang yang agak tebal. Jangakauan alat komunikasi tradisional ini memang tidak luas, tergantung pada panjang benang yang digunakan. Namun, masih bisa digunakan untuk menjadi alat komunikasi dari satu tingkatan dalam bangunan dengan tingkatan di atas atau di bawahnya.

Prinsip kerja telepon kaleng sangat sederhana, yaitu suara merambat melalui udara dengan perantara benang. Syarat utama dalam penggunaan telepon kaleng ini yaitu benang teleponnya harus dalam keadaan tegang dan lurus ketika digunakan, sehingga suara yang dikirim dapat terdengar dengan baik.

Telepon kaleng pertama ditemukan oleh Robert Hookie pada tahun 1667, ia merupakan seorang fisikawan dan polymath asal Inggris dan telah melakukan eksperimen tersebut dari tahun 1664-1665.

Telepon kaleng sempat dipasarkan secara komersial tetapi terganti oleh telepon listrik temuan Alexander Graham Bell. Dewasa ini, telepon kaleng populer di lingkungan pendidikan. Telepon kaleng dijadikan sebagai media pembelajaran siswa mengenai prinsip gelombang suara.

 

4. Merpati Pos

Merpati pos adalah burung merpati yang dilatih untuk mengantarkan surat atau pesan. Merpati merupakan jenis hewan yang cukup pintar, memiliki daya ingat yang baik, kemampuan navigasi yang baik juga dan naluri alamiah untuk kembali ke sarangnya meskipun sudah menempuh perjalanan jauh dan lama. Berdasarkan kemampuan tersebut, merpati dapat mengirimkan surat dengan pasti atau sangat kecil kemungkinan surat tersebut tidak tersampaikan dengan benar.

Merpati pos pada mulanya digunakan untuk kepentingan militer, bahkan merpati pos memiliki peranan besar dalam perang dunia pertama dan kedua.

Selain dalam bidang militer, merpati pos juga digunakan untuk menyebarkan informasi pada masyarakat seperti pengumuman nama pemenang olimpiade ke berbagai kota dan berperan dalam bidang keuangan yaitu digunakan juga oleh pemegang saham dan orang keuangan untuk mendapatkan informasi harga saham.

Pada perkembangannya, merpati pos tergantikan oleh layanan surat yang dikirim pak pos yang menggunakan amplop dan perangko, telegraf, layanan SMS hingga kini menjadi surat eletrik atau email.

 

5. Surat

Surat biasanya berbentuk tulisan dalam lembar kertas yang digunakan untuk kepentingan formal maupun non formal. Surat sebenarnya masih digunakan hingga era modern seperti sekarang ini, tapi surat termasuk pada alat komunikasi tradisional yang sangat populer pada masanya.

Surat banyak ditinggalkan karena memakan waktu yang dibutuhkan relatif lama sampai di penerimanya. Bahkan tak jarang surat membutuhkan waktu berminggu-minggu atau lebih dari satu bulan untuk sampai karena jarak yang jauh. Kelebihan surat adalah murah dalam penggunaannya dan dapat menjangkau semua elemen masyarakat.

 

6. Prasasti

Prasasti merupakan piagam atau dokumen yang ditulis diatas bahan keras dan tahan lama. Secara etomilogi, prasasti berasal dari bahasa kuno Jawa-Bali yaitu prasasti dan pracasti yang berarti “piagam” atau “dokumen”. Ilmu yang mempelajari prasasti disebut Epigrafi.

Di antara berbagai peninggalan sejarah Indonesia, prasasti dianggap sebagai peninggalan sejarah terpenting karena dapat memberikan informasi penting mengenai kronologis suatu peristiwa. Biasanya pasasti memuat informasi penanggalan, sejumlah nama serta alasan mengapa prasasti tersebut dibuat.

Pada masa sekarang, prasasti dikaitkan dengan tulisan atas pembangunan gedung penting sebagai tanda peresmian atau peletakan batu pertama. Tulisan tersebut biasa dibuat diatas bahan keras dan tahan lama dan ditandatangani seseorang yang berwenang. Demikian prasasti tetap dilestarikan hingga sekarang.

 

7. Terompet

Terompet pada jaman dahulu biasa terbuat dari tanduk hewan atau kulit keong.

Terompet tanduk biasa digunakan dalam militer sebagai tanda bagi pasukan perang untuk melakukan serangan pada lawan. Selain itu, terompet jenis ini juga digunakan sebagai tanda dimulai atau berakhirnya acara tertentu.

Terompet keong biasa digunakan sebagai tanda perkumpulan atau tanda telah terjadi suatu peristiwa. Sampai masa kini, terompet jenis ini masih sering digunakan dalam acara adat di daerah pesisir.

 

8. Daun Lontar

Pada zaman kerajaan, para raja dan menteri biasa menggunakan daun lontar sebagai media untuk menyampaikan pesan. Penggunaan daun lontar ini disebabkan pada zaman dahulu kertas belum ditemukan, sehingga alternatifnya menggunakan dedaunan, tulang dan pelepah pohon.

Daun lontar banyak ditemukan di daerah Jawa, Sunda, Bali, Madura, Lombok dan Sulawesi Selatan. Di Sulawesi Selatan, lontar yang biasa disebut lontara memiliki bentuk yang berbeda dengan di daerah lain. Lontar di Sulawesi selatan dibuat bersambung memanjang dan digulung sehingga bentuknya menyerupai bentuk kaset.

Daun lontar tidak lagi digunakan untuk alat penyampaian pesan semenjak ditemukannya kertas.

 

9. Telegraf

Telegraf adalah alat komunikasi jarak jauh yang memanfaatkan teknologi telegrafi untuk bertukar pesan. Pesan yang dikirimkan oleh telegraf biasanya berupa kode morse yang dikenal sebagai telegram atau kabelgram. Dahulu telegraf juga digunakan sebagai alat komunikasi di militer dan juga untuk keperluan bisnis.

 

10. Gong

Gong merupakan alat komunikasi tradisional yang digunakan dengan cara ditabuh, di mana terdapat makna atau arti yang berbeda pada setiap tabuhannya. Gong biasanya terbuat dari perak dan tembaga.

Gong biasanya dipakai dalam suatu acara untuk memeriahkan dan menandai dimulainya acara tersebut. Gong juga digunakan di tempat peribadatan agama Buddha.

Meskipun termasuk dalam alat komunikasi tradisional, popularitas gong masih digunakan hingga kini dalam acara formal.

 

11. Bedug

Bedug merupakan alat komunikasi yang terbuat dari sebatang bayu besar di mana bagian tengahnya dilubangi sehingga berbentuk tabung besar. Di satu sisi bedug yang lebih besar ditutup menggunakan kulit hewan yang juga berfungsi sebagai membran atau selaputu gendang. Bila ditabuh, bedug akan menghasilkan suara yang berat, rendah, bernada khas tapi tetap terdengar dari jarak yang jauh.

Dahulu bedug dapat ditemui di mesjid dan biasa digunakan sebagai penanda waktu solat. Selain sebagai penanda waktu solat, dalam kasus tertentu bedug dapat digunakan sebagai pertanda bahaya maupun ajakan untuk berkumpul.

Hingga kini bedug dianggap berkaitan dengan agama islam oleh masyarakat. Namun demikian, sebenarnya bedug berasal dari Tiongkok. Sekitar abad ke 14-15, Laksamana Cheng Ho yang berasal dari Tiongkok membawa bedug ke Indonesia. Budaya bedug juga dapat ditemui di Jepang, India dan Asia Tengah. Di negara-negara tersebut bedug biasanya digunakan di kuil dan wihara. Namun, dikarenakan Laksamana Cheng Ho adalah seorang muslim, maka penggunaan bedug di Indonesia lebih dekat dengan masyarakat muslim.

 

12. Asap

Asap atau sinyal asap merupakan salah satu bentuk alat komunikasi tradisional yang paling tua dalam sejarah. Meskipun menggunakan prinsip yang sederhana, sinyal asap merupakan komunikasi visual dengan jangkauan jarak yang luas.

Pada mulanya, sinyal asap digunakan pada zaman Yunani untuk memberikan informasi pada provinsi dibawah kekuasaan raja Darius I (522-486 SM). Pada masa itu, berkomunikasi menggunakan sinyal asap dapat dikatakan sangat cepat, kira kira kecepatannya 30x lebih cepat dibanding menggunakan kurir yang berlari marathon yang merupakan hal lumrah pada masa itu.

Sinyal asap dibuat dari dataran tinggi sehingga jangkauannya luas. Sinyal asap digunakan oleh pihak tertentu pada pihak lain yang mengerti kode yang disampaikan. Setiap kelompok memiliki aturan mainnya tersendiri dalam menerjemahkan sinyal asap.

 

13. Peluit

Alat berukuran kecil yang terbuat dari berbagai material seperti plastik dan kayu. Peluit biasanya berbentuk lonjong, terdapat benda seperti biji kacang polong di dalam peluit dan di terdapat lubang bagian atas untuk perputaran udara.

Peluit berguna dalam berbagai bidang seperti:

  1. Bidang kepolisian untuk mengatur lalulintas,
  2. Bidang kesehatan untuk pasien yang memiliki keterbatasan dalam bergerak dan memerlukan perawatan ekstra sehingga peliut dapat berguna untuk memanggil perawat
  3. Bidang industri untuk sinyal dan ketepatan waktu di kereta api, kapal dan pabrik
  4. Keselamatan, peluit digunakan sebagai alat peringatan sebagai pengganti lonceng atau klakson. Biasanya ikut dikemas dalam paket keselamatan dan perangkat pelampung pribadi. Peluit keselamatan berguna untuk memberikan sinyal bantuan, peluit memiliki kelebihan bisa terdengar dari jarak yang jauh dan tidak menyebabkan kelelahan jika digunakan berkali-kali.
  5. Kapal untuk keselamatan dilaut. Peluit dapat didengar dalam kejauhan 10 mil dan disetel setidaknya 55 Hz sehingga tidak menganggu kenyamanan penumpang. Semakin rendah frekuensi maka semakin besar kapalnya dan sebaliknya.
  6. Bidang Olah Raga, digunakan wasit untuk memimpin pertandingan dan mengontrol aliran permainan. Peluit biasa digunakan pada olah raga basket, hoki lapangan hoki es, sepak bola Amerika, sepak bola dan permainan lainnya.
  7. Musik, peluit yang dapat digunakan sebagai alat musik bukanlan peluit biasa melainkan peluit khusus seperti, peluit samba, peluit pealess, peluit slide (swanee) dan peluit tin (penny).
  8. Militer, digunakan dalam pertempuran militer pada abad ke-20. Peluit digunakan sebagai sinyal agar pasukan akan bergerak bersamaan.
  9. Pramuka, bunyi peluit dalam pramuka biasanya menggunakan sandi morse untuk menyampaikan pesan.
  10. Alat Bantu Parkir, digunakan oleh tukang parkir untuk memberi komando pada pengendara, biasanya maksud dari tiupan peluit dapat berupa komando untuk maju/mundur terus atau berhenti. Peluit sebagai alat bantu parkir umumnya digunakan di Indonesia saja. Di negara lain umumnya kurang mengenal pekerjaan sebagai tukang parkir.
  11. Peluit Ultrasonik, teknologi komunikasi terus berkembang tidak terkecuali peluit. Perkembangan peluit meemunculkan peluit untrasonik. Peluit ultrasonik menghasilkan suara dengan frekuensi tinggi sehingga hanya dapat didengar oleh binatang khususnya anjing. Peluit ultrasonik dapat berguna untuk melatih seekor anjing, melerai anjing yang sedang beradu dan menghentikan gonggongan anjing.

Leave a Comment